PENDIDIKAN ISLAM BERBASIS KEWIRAUSAHAAN

  • Heru Setiawan STAI An-Nadwah Kuala Tungkal

Abstract

Lembaga pendidikan Islam dengan pendekatan bisnis juga harus memiliki sistem dan infrastruktur yang dijiwai oleh budaya perusahaan yang unggul (great corporate culture). Kewirausahaan merupakan sikap mental dan jiwa yang selalu aktif atau kreatif berdaya, bercipta, berkarsa dan berusaha dalam rangka meningkatkan pendapatan kegaitan usahanya. Pendidikan kewirausahaan, juga memungkinkan individu bekerja dan berkarya di bidang yang diminati, karena mereka berusaha menciptakan pekerjaan mereka sendiri. Implikasinya, tentu akan meningkatkan etos dan durabilitas kinerja. Hal ini akan menghindari jumlah karyawan yang bekerja dengan perasaan terpaksa dan cenderung berprinsip ABS (asal bapak senang), sehingga membuat perahu perusahaan berat untuk berlayar karena banyak pekerjaan tambalan yang harus dilakukan.Pendidikan yang berwawasan kewirausahaan, adalah pendidikan yang menerapkan prinsip-prinsip dan metodologi ke arah pembentukan kecakapan hidup (life skill) pada peserta didiknya melalui kurikululm yamg dikembangkan di lembaga pendidikan Islam. Kerangka pengembangan kewirausahaan dikalangan tenaga pendidik dirasakan sangat penting, karena pendidik adalah agen of change yang diharapkan mampu menanamkan ciri-ciri, sifat dan watak serta jiwa kewirausahaan atau jiwa entrepreneur bagi peserta didiknya. Di samping itu, jiwa entrepreneur juga sangat diperlukan bagi seorang pendidik, karena melalui jiwa ini, para pendidik akan memiliki orientasi kerja yang lebih efisien, kreatif, inofatif, produktif, dan mandiri.

Published
2019-07-24
How to Cite
Setiawan, H. (2019). PENDIDIKAN ISLAM BERBASIS KEWIRAUSAHAAN. Aktualita: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan, 9(1), 61-80. Retrieved from http://ejournal.annadwahkualatungkal.ac.id/index.php/aktualita/article/view/65